Telkom University: Membangun Masa Depan Pendidikan Tinggi di Era Digital




nama lengkap : yohanes setiawan
nim : 103092400028
prodi/fakultas : teknologi informasi
instigator : 13 - Grace hopper




Di bawah kepemimpinan visioner Direktur Prof. Dr. Tri Arief Sardjono, S.T., M.T, Telkom University Surabaya telah menjadi pelopor dalam mengintegrasikan tradisi pendidikan yang kokoh dengan inovasi teknologis terdepan. Dengan pedoman akademik yang cermat, universitas ini tidak hanya mempersiapkan mahasiswa untuk mengatasi tantangan zaman tetapi juga untuk menjadi pemimpin dalam era digital yang terus berkembang. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana Telkom University Surabaya memadukan pendidikan dan inovasi melalui program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan inisiatif-inisiatif strategis lainnya, yang dirancang untuk membentuk masa depan pendidikan tinggi di Indonesia.

1. Hari Pertama PKKMB: Pengenalan dan Integrasi

1.1 Pemaparan Visi oleh Rektor Doktor Tri Arif Bambang

Pada hari pertama PKKMB, Rektor Doktor Tri Arif Bambang menyampaikan visi utama Telkom University, yaitu memastikan lembaga ini tidak hanya mempertahankan keunggulan akademik, tetapi juga memimpin dalam integrasi teknologi canggih ke dalam pendidikan. Dengan fokus kuat pada inovasi digital, universitas berupaya untuk memastikan bahwa lulusannya memiliki keterampilan dan wawasan yang diperlukan untuk memimpin di pasar global yang kompetitif. Rektor juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan cepat yang dibawa oleh revolusi industri 4.0 dan 5.0, menegaskan bahwa Telkom University akan terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan masa depan.

1.2 Sesi Kemahasiswaan

Sesi ini memperkenalkan mahasiswa baru pada berbagai layanan yang tersedia di Telkom University, termasuk fasilitas kesehatan, dukungan akademik, dan bantuan karir. Fokus utama adalah pada sistem iGracias, Learning Management System (LMS), dan Pusat Unggulan Teknologi dan Inovasi (PUTI). Alat-alat ini dirancang untuk memperkuat pengalaman pembelajaran mahasiswa dengan menyediakan akses yang mudah dan fleksibel ke materi kursus, serta sumber daya administratif yang diperlukan untuk mendukung perjalanan akademik mereka.

1.3 Kesehatan Mental dan Wawasan Kebangsaan

Ibu Toetiek Septriasih, M.Psi., memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya kesehatan mental bagi mahasiswa. Beliau menekankan strategi praktis untuk mengelola stres akademik dan tantangan kehidupan pribadi, yang sering kali muncul selama masa studi di perguruan tinggi. Selain itu, sesi ini juga mencakup diskusi tentang wawasan kebangsaan, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang tanggung jawab mereka terhadap negara dan masyarakat, menumbuhkan rasa kebanggaan dan kecintaan terhadap tanah air.

2. Hari Kedua: Menghadapi Tantangan dan Peluang di Era 5.0

2.1 Perguruan Tinggi di Era 5.0

Hari kedua PKKMB memfokuskan pada adaptasi Telkom University terhadap perubahan yang dibawa oleh era digital 5.0, terutama dalam hal modernisasi kurikulum untuk mengantisipasi kebutuhan masa depan industri dan teknologi. Diskusi ini menunjukkan komitmen universitas untuk tidak hanya mengikuti tetapi juga memimpin tren dalam pendidikan tinggi. Kurikulum yang dirancang mencakup pembelajaran berbasis proyek dan pendekatan interdisipliner, memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan solusi inovatif terhadap tantangan nyata di masyarakat dan industri.

2.2 LKTI dan Pola Pikir Prestatif

Presentasi dari kelompok 'Punggawa Prestasi' menginspirasi mahasiswa baru untuk mengadopsi pola pikir prestatif dan berorientasi pada hasil. Diskusi ini menekankan bagaimana kegiatan ekstrakurikuler, kompetisi, dan proyek-proyek penelitian dapat memperkuat resume mahasiswa dan membangun jaringan profesional yang solid, yang sangat penting untuk kesuksesan di masa depan. Mahasiswa didorong untuk memanfaatkan setiap peluang yang ditawarkan oleh universitas untuk mengembangkan diri dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

2.3 Membangun Kepercayaan di Era Digital

Bapak Tectony Rachman dari Telkom Surabaya memberikan presentasi yang menekankan pentingnya kepercayaan diri dalam dunia kerja yang serba cepat dan berbasis teknologi. Melalui contoh-contoh konkret dan rencana aksi yang jelas, beliau memaparkan bagaimana mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk berhasil dalam lingkungan profesional yang dinamis. Sesi ini juga menyoroti pentingnya soft skills, seperti komunikasi dan kepemimpinan, yang semakin krusial dalam dunia kerja yang terus berkembang.

3. Komponen Pendukung Sukses Akademik dan Profesional

3.1 Struktur Akademik dan Kurikulum

Telkom University menawarkan pendidikan berkualitas tinggi melalui empat fakultas utama—Teknik Elektro, Ekonomi dan Bisnis, Informatika, dan Rekayasa Industri—dan sebelas program studi. Kurikulum yang disusun tidak hanya teoritis tetapi juga aplikatif, dengan pendekatan interdisipliner yang memungkinkan mahasiswa mengembangkan solusi inovatif untuk masalah nyata. Struktur akademik yang kuat ini dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang semakin kompleks dan kompetitif.

3.2 Program Mentorship

Program mentorship di Telkom University berperan penting dalam mendukung perkembangan akademik dan pribadi mahasiswa. Dosen wali bertindak sebagai mentor yang tidak hanya memberikan bimbingan akademik tetapi juga mendukung pengembangan keterampilan kepemimpinan dan komunikasi mahasiswa. Inisiatif ini memastikan bahwa mahasiswa memiliki panduan yang tepat dalam perjalanan pendidikan mereka, memungkinkan mereka untuk memaksimalkan potensi akademik dan profesional.

3.3 Fleksibilitas dan Adaptasi dalam Belajar

Dengan sistem kredit semester yang adaptif, Telkom University menawarkan fleksibilitas bagi mahasiswa untuk menyesuaikan kecepatan dan kedalaman pembelajaran mereka. Pendekatan ini mendukung mahasiswa yang ingin mempercepat studi mereka atau membutuhkan lebih banyak waktu untuk memahami materi yang sulit. Universitas menunjukkan pemahaman yang mendalam terhadap kebutuhan belajar yang beragam, memberikan peluang bagi mahasiswa untuk menyesuaikan pendidikan mereka dengan kebutuhan pribadi dan profesional.

4. Inovasi dan Kesiapan Industri

4.1 Mendorong Kewirausahaan dan Inovasi

Inisiatif Proyek Mahasiswa (PkM) di Telkom University adalah inti dari pendekatan pembelajaran yang berbasis aplikasi. Proyek-proyek ini tidak hanya menuntut kreativitas tetapi juga kemampuan untuk menerapkan pengetahuan teoritis dalam skenario dunia nyata, mendorong kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Universitas menyediakan sumber daya komprehensif, termasuk pendanaan, bimbingan, dan pelatihan keterampilan lunak, untuk mendukung mahasiswa dalam mengembangkan dan mengimplementasikan ide-ide inovatif mereka.

4.2 Dukungan untuk Inovasi Mahasiswa

Telkom University memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa yang ingin berinovasi, mulai dari ide hingga implementasi. Kemitraan dengan industri memperkuat jaringan pendukung ini, membuka peluang lebih luas untuk pengembangan profesional dan pribadi. Universitas juga menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan praktisi industri, yang bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya berpengetahuan tetapi juga siap menghadapi tantangan di dunia nyata.

5. Kesehatan Mental dan Kesiapan Global

5.1 Inisiatif Kesehatan Mental

Kesehatan mental menjadi fokus penting di Telkom University, dengan program-program yang dirancang untuk mengintegrasikan dukungan kesehatan mental ke dalam kegiatan sehari-hari mahasiswa. Universitas ini bekerja sama dengan profesional kesehatan mental untuk memberikan pelatihan, workshop, dan seminar yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan mahasiswa dalam mengelola stres dan tekanan akademik. Dengan pendekatan yang holistik ini, Telkom University berupaya memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya sukses secara akademik tetapi juga seimbang secara emosional.

5.2 Persiapan untuk Dinamika Global

Telkom University mengantisipasi kebutuhan global dengan menyesuaikan pengajaran dan kurikulum untuk memastikan bahwa lulusannya dilengkapi dengan keterampilan digital dan analitis yang esensial untuk pekerjaan masa depan. Universitas ini juga mendorong mahasiswa untuk berpikir secara global, mempersiapkan mereka untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan dan tantangan yang muncul di dunia kerja yang semakin dinamis.


Hari Ketiga PKKMB 2024: Menggali Potensi dan Mempersiapkan Masa Depan Mahasiswa Baru di Telkom University Surabaya

Hari ketiga Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2024 di Telkom University Surabaya berlangsung dengan penuh antusiasme dan semangat. Acara pada hari ini dirancang dengan cermat untuk memperkenalkan para mahasiswa baru pada berbagai aspek kehidupan kampus yang lebih mendalam, mulai dari pengenalan organisasi kemahasiswaan hingga pemaparan mengenai teknologi masa depan yang sedang dikembangkan oleh Telkom University. Mahasiswa juga diberikan wawasan mendalam tentang kode etik kampus, persyaratan kelulusan, serta langkah-langkah preventif yang telah diambil oleh universitas untuk melindungi komunitas kampus dari kekerasan seksual. Berbagai kegiatan yang diadakan pada hari ketiga ini berhasil memberikan perspektif penting kepada para mahasiswa baru tentang pentingnya kolaborasi, inovasi, dan tanggung jawab sosial dalam mempersiapkan diri untuk berkontribusi secara nyata dalam pembangunan nasional dan global.

Pengenalan Organisasi Mahasiswa: DPM, BEM, dan HIMA di Telkom University Surabaya

Kegiatan hari ketiga dimulai dengan pengenalan mendalam mengenai Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Telkom University Surabaya. DPM, sebagai lembaga legislatif tertinggi di kalangan mahasiswa, memainkan peran yang sangat krusial dalam mengawasi kinerja BEM serta menampung dan memperjuangkan aspirasi mahasiswa. Fungsi ini sangat penting untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas kegiatan kemahasiswaan, memastikan bahwa suara seluruh mahasiswa didengar dan dipertimbangkan dalam setiap pengambilan keputusan yang dilakukan di lingkungan kampus.

Sementara itu, BEM berperan sebagai lembaga eksekutif yang menjadi penggerak utama berbagai program yang dirancang untuk mendukung pengembangan akademik dan non-akademik mahasiswa. BEM aktif menginisiasi berbagai kegiatan yang berfokus pada pemberdayaan mahasiswa, baik di dalam maupun di luar kampus, dengan tujuan untuk mendorong kreativitas, kepemimpinan, serta keterlibatan sosial. Program-program yang dilaksanakan oleh BEM tidak hanya membantu mahasiswa untuk berkembang secara pribadi, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar.

Setelah pengenalan DPM dan BEM, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan Himpunan Mahasiswa (HIMA) dari setiap program studi yang ada di Telkom University Surabaya. Universitas ini memiliki 11 program studi, dan masing-masing program studi memiliki HIMA yang berfungsi sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri sesuai dengan minat dan bakat mereka. HIMA berperan penting dalam mendukung kegiatan akademik, serta menyediakan berbagai kesempatan bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang dapat memperluas jaringan, mengasah kemampuan, dan membangun keahlian yang relevan dengan bidang studi masing-masing.

Teknologi Masa Depan: "Membangun Masa Depan Melalui Inovasi Teknologi di Telkom University Surabaya"

Sesi berikutnya berfokus pada perkembangan teknologi masa depan, yang sangat erat kaitannya dengan semangat Telkom University dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan global di era digital. Dalam sesi bertema "Forward-Thinking and Tech-Savvy Individuals are Ready for the Future," mahasiswa baru diperkenalkan dengan berbagai inovasi teknologi yang telah dikembangkan oleh universitas.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian khusus adalah proyek-proyek di bidang smart farming, seperti Smart Tani dan LeFeeder. Smart Tani adalah sebuah inisiatif yang memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas di sektor pertanian, dengan fokus pada optimalisasi penggunaan sumber daya alam dan peningkatan hasil pertanian. Inovasi ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga untuk memastikan keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi penggunaan sumber daya secara berlebihan.

Selain Smart Tani, mahasiswa juga diperkenalkan dengan LeFeeder, sebuah sistem pemberian pakan otomatis yang dikembangkan untuk sektor perikanan. Teknologi ini dirancang untuk memastikan pemberian pakan yang lebih efektif dan efisien melalui pemantauan dan kontrol otomatis, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan ikan. Inovasi ini merupakan contoh nyata bagaimana teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan di sektor perikanan.

Teknologi smart farming juga diaplikasikan dalam bidang peternakan, khususnya untuk pengelolaan ternak ayam. Dengan menggunakan teknologi ini, pertumbuhan dan kesehatan ternak dapat dioptimalkan melalui sistem otomatisasi yang memungkinkan pemantauan jarak jauh dan kontrol yang lebih presisi terhadap lingkungan peternakan. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan produktivitas peternakan, tetapi juga memastikan kesejahteraan ternak melalui pendekatan berbasis data dan teknologi.

Selain inovasi di bidang smart farming, konsep smart village dan smart city juga diperkenalkan kepada mahasiswa baru. Dalam konsep ini, teknologi digunakan untuk mengelola desa dan kota secara lebih efisien, berkelanjutan, dan terintegrasi. Telkom University Surabaya telah memulai berbagai proyek dalam kerangka ini, yang bertujuan untuk mempercepat perkembangan wilayah pedesaan dan perkotaan di Indonesia melalui penerapan teknologi mutakhir yang mendukung keberlanjutan dan inklusivitas masyarakat.

Salah satu proyek yang menonjol dalam konteks ini adalah kolaborasi antara Telkom University dengan Adidas, yang berfokus pada pengembangan solusi teknologi untuk mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan. Proyek ini tidak hanya mencerminkan komitmen Telkom University dalam mengembangkan teknologi yang inovatif, tetapi juga menunjukkan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memberdayakan masyarakat desa dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Melalui kolaborasi ini, Telkom University berusaha mengintegrasikan teknologi modern dengan kebutuhan lokal, menciptakan solusi yang relevan dan berdampak positif bagi masyarakat.

Sesi ini juga menyoroti pentingnya teknologi berkelanjutan dan konsep circular technology. Dalam konsep ini, mahasiswa diajak untuk berpikir inovatif dalam menciptakan teknologi yang tidak hanya canggih tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan. Konsep circular technology menekankan pentingnya pengurangan limbah dan penciptaan produk yang lebih ramah lingkungan, sehingga dapat mengurangi dampak negatif terhadap alam dan mendorong keberlanjutan jangka panjang. Dengan demikian, para mahasiswa didorong untuk menjadi agen perubahan yang dapat berkontribusi pada solusi global yang lebih berkelanjutan.

Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Telkom University: Komitmen terhadap Lingkungan Kampus yang Aman dan Inklusif

Sesi berikutnya, yang tidak kalah penting, adalah pemaparan mengenai Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Telkom University Surabaya. Dalam sesi ini, ditegaskan komitmen kuat universitas untuk melindungi seluruh warganya dari segala bentuk kekerasan seksual, dengan pendekatan yang berfokus pada kepentingan terbaik korban, keadilan, dan kesetaraan gender.

Program PPKS di Telkom University dirancang untuk melibatkan seluruh elemen kampus, mulai dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga masyarakat yang berinteraksi dengan lingkungan kampus. Universitas ini berupaya menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif, di mana setiap individu dihargai dan dilindungi. Mahasiswa baru diajarkan tentang pentingnya memahami kesetaraan gender dan perlindungan hak-hak individu di kampus, serta diperkenalkan dengan prosedur pelaporan dan penanganan kasus kekerasan seksual yang ada di kampus.

Materi ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para mahasiswa baru tentang pentingnya menjaga integritas dan keamanan lingkungan kampus. Selain itu, sesi ini juga mendorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan kekerasan seksual, baik dengan menyebarkan kesadaran akan isu ini maupun dengan memberikan dukungan kepada teman-teman mereka yang mungkin menjadi korban.

Transkrip Aktivitas Kemahasiswaan (TAK) dan Indeks Keaktifan Kumulatif (IKK): Mendorong Keterlibatan Mahasiswa dalam Berbagai Aktivitas Kampus

Selain pemaparan mengenai PPKS, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan konsep Transkrip Aktivitas Kemahasiswaan (TAK) dan Indeks Keaktifan Kumulatif (IKK). TAK adalah sistem yang mencatat seluruh aktivitas non-akademik yang diikuti oleh mahasiswa selama masa studi mereka di kampus. Aktivitas-aktivitas ini meliputi partisipasi dalam organisasi mahasiswa, kegiatan sosial, kompetisi, hingga pengabdian masyarakat. TAK menjadi salah satu indikator penting dalam menilai keaktifan dan keterlibatan mahasiswa di luar kegiatan akademik, serta merupakan salah satu syarat penting untuk kelulusan.

Indeks Keaktifan Kumulatif (IKK) adalah indikator lain yang menunjukkan sejauh mana mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan kampus. Dengan adanya IKK, mahasiswa didorong untuk tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik tetapi juga untuk memperkaya pengalaman mereka melalui berbagai aktivitas yang dapat meningkatkan keterampilan sosial, kepemimpinan, dan kolaborasi. Sistem ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan yang komprehensif untuk menghadapi tantangan di dunia profesional. TAK dan IKK bersama-sama mendorong mahasiswa untuk mengembangkan diri secara holistik, sehingga mereka tidak hanya siap menghadapi dunia kerja, tetapi juga siap berkontribusi secara positif di masyarakat.

Pesan dan Kesan PKKMB 2024 di Telkom University Surabaya: Sebuah Awal yang Membara dan Menginspirasi

Saat langkah kaki pertama kali menginjakkan diri di Telkom University Surabaya, ada semacam getaran yang terasa hingga ke tulang—sebuah tanda bahwa saya berada di tempat yang tepat, di waktu yang tepat. PKKMB 2024 bukan sekadar program orientasi; ini adalah pintu gerbang menuju sebuah dunia yang penuh dengan kemungkinan tak terbatas, di mana setiap sudut kampus menyimpan cerita yang menunggu untuk dijelajahi.

Hari demi hari, saya disuguhkan dengan pemandangan yang mengagumkan. Mulai dari pengenalan organisasi mahasiswa seperti DPM, BEM, dan HIMA, saya segera menyadari bahwa di sini, kami tidak hanya dididik untuk menjadi pemikir kritis tetapi juga pemimpin yang siap mengambil tanggung jawab. Melihat bagaimana para senior dengan semangat menyambut dan membimbing kami, saya merasakan bahwa di Telkom University, kolaborasi dan solidaritas adalah jantung dari setiap aktivitas. Ini bukan sekadar universitas; ini adalah keluarga besar yang saling mendukung dan mendorong satu sama lain menuju puncak keberhasilan.

Namun, yang paling menggugah hati saya adalah saat sesi tentang inovasi teknologi masa depan. Di sinilah saya melihat Telkom University sebagai lebih dari sekadar institusi pendidikan—ini adalah laboratorium impian, tempat di mana ide-ide brilian diinkubasi dan diubah menjadi solusi nyata yang mengubah dunia. Dari proyek smart farming hingga smart city, saya terpukau oleh visi besar yang dimiliki oleh universitas ini. Bayangkan saja, teknologi yang kami pelajari di sini tidak hanya menjadi teori yang tertulis di buku teks, tetapi menjadi fondasi untuk membangun dunia yang lebih baik dan lebih cerdas. Saya merasa seolah-olah telah diberi kesempatan langka untuk menjadi bagian dari sesuatu yang jauh lebih besar dari diri saya sendiri, dan saya tak sabar untuk ikut serta dalam menciptakan masa depan yang kita semua impikan.

Sesi mengenai Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) benar-benar membuka mata saya akan komitmen Telkom University dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan inklusif. Di sinilah saya benar-benar merasa dihargai sebagai individu. Setiap kata yang disampaikan, setiap kebijakan yang dijelaskan, semuanya menunjukkan bahwa di Telkom University, kami adalah keluarga—dan dalam keluarga, tidak ada yang dibiarkan berjalan sendirian. Kampus ini memberikan jaminan bahwa setiap dari kami, tanpa terkecuali, dilindungi dan didukung. Saya merasa dihargai, didengarkan, dan lebih dari itu, saya merasa aman.

Program TAK dan IKK memberikan dorongan yang tak terelakkan bagi saya untuk lebih aktif dan berpartisipasi dalam kehidupan kampus. Saya menyadari bahwa kuliah di sini bukan hanya tentang mendapatkan gelar, tetapi tentang membangun jati diri yang kuat melalui pengalaman yang beragam. Saya sudah membayangkan diri saya terlibat dalam berbagai kegiatan, belajar dari setiap tantangan, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang dan siap menghadapi dunia luar. Telkom University tidak hanya mendidik kami dengan pengetahuan, tetapi juga mempersiapkan kami untuk menjadi sosok yang berdaya saing global.

Secara keseluruhan, PKKMB 2024 di Telkom University Surabaya bukan hanya awal dari perjalanan akademik saya; ini adalah awal dari sebuah petualangan besar yang akan mengubah hidup saya selamanya. Setiap momen yang saya alami selama program ini telah menyalakan api semangat dalam diri saya. Saya merasa lebih dari sekadar siap—saya merasa lapar untuk belajar, untuk berkontribusi, dan untuk membuat perbedaan. Saya akan menghadapi setiap tantangan dengan keyakinan dan determinasi, karena saya tahu bahwa saya telah dilengkapi dengan alat dan dukungan yang saya butuhkan untuk berhasil. Terima kasih, Telkom University Surabaya, telah membuka pintu menuju dunia baru yang penuh inspirasi dan peluang tanpa batas. Saya siap untuk menjelajahinya sepenuh hati.

 



Comments